Monday, August 12, 2013

AC

Sebuah #CeritaDariKamar hari ke-12




Brr... Dingin...
Kalau kau perhatikan, di Diris Hati: Hidup Dengan Lampu terlihat sedikit potongan dari alat pendingin ruangan ini.

Bingung? Ada kipas angin, yang selalu menyala pula tiap malamnya, kok ada AC juga? Haha, itu karena, aku pribadi adalah orang sangat amat kaya *tapi bukan sekarang haha, alias itu masih berbentuk doa, semoga saja tidak lama sampai aku menjadi orang yang sangat kaya (aamiin) (kok kayaknya pengen banget sih jadi orang kaya? Hehe, tunggu postingan khusus tentang ini yaa untuk tahu jawabannya^^)*

Jadi, di kamarku ini ada kipas angin dan juga AC karena, AC itu hanya berperan sebagai figuran. Pajangan. Setting. Perlengkapan panggung. Property. Sampah *ehbukanbukan*

In other words, please be true
In other words, I love you


Eh itu mah lirik lagu (ngomong-ngomong, ada yang tau ini lagu apa? Kalo tau, komen atau mention @alfianfawwaz yaa hehe :p)


Jadi, in other words, AC di kamarku ini... rusak.

Iya, rusak.

Sejak beberapa tahun lalu kami mengidam-idamkan ada angin sejuk berhembus dari sebuah balok berukuran tidak terlalu besar tidak juga terlalu kecil, dinginnya akan kami nikmati dan kami syukuri di setiap udara yang tertiup, membuat hangatnya suhu tubuh kami terasa lebih jelas karena suhu di ruangan lebih dingin. Sehingga kami, atau setidaknya aku, akan (mudah) kedinginan.

Banyak orang lebih mudah "gerah" dengan panas dibanding dengan dingin. Tidak dengan aku. Aku akan cepat gerah dengan dinginnya udara. Walau mungkin tidak terlihat kasat mata, tubuhku sudah akan menggigil saja rasanya. Aku memang tidak kuat dingin, berlawanan dengan sifatku yang egois dan keras kepala sebagai lelaki (tetap saja rasa dingin itu kutantang).

Kau mungkin kuat, tapi belum tentu dengan tubuhmu.

Sepertinya kalimat itu sering kupesankan pada diriku sendiri.

Singkat cerita, sejak 1-2 tahun lalu, setelah melalui berbagai proses pemeriksaan dan pengobatan berkala, akhirnya AC ini tidak dapat berfungsi lagi.

Kedinginan sendiri, mungkin. Hahaha


Rusak, tapi tetap tercantol di kamarku ini. Bergeming. Tergeming tanpa asa. Akhirnya dianggurkan.

Kini, aku tidak se-kedinginan sewaktu AC terus menyala di kamarku ini.



---


"Katanya ga tahan dingin, kok pasang AC di kamar?"

Here's a fun fact about me.
Pengaturan kamar (atau banyak *eh beberapa* barang lainnya) di rumahku ini tidak menentu. Dulu, ini kamar kedua orang tuaku. Kini, resminya ini kamar kakakku. Tapi kami sering menggunakannya berdua, atau bergantian.
Jangan (dulu) tanyakan aku kenapa semua ini bisa terjadi. Keep your curiosity up! Haha :p

Jadi? Untuk mengatasi pengapnya ruangan, panasnya udara, banyaknya nyamuk, AC di kamarku ini digantikan dengan kipas angin.

Aku jadi ingat...

"Harus solutif jadi orang!"
- Alfredo F.

1 comment:

  1. lagu frank sinatra - fly me to the moon hehe..

    ReplyDelete

Search!