Friday, June 28, 2013

Menumpang (Simbiosis Komensalisme)

File:Truite doree.jpg


Kalau melihat dari judulnya, yang terlintas di kepala kita pasti langsung ikan 'ini' dan ikan 'itu'. Jadi... tahukah kamu ikan apa yang ada pada gambar?

Ikan hiu? Tentunya bukan dong.
Lalu apa dong?

Ikan remora? Hahahaa, maaf kamu salah lagi. Ciee kejebak :p hahaa
Jadi, ikan apa sih itu?

Inilah kita. Terlalu banyak disuapi, kita tinggal 'mangap' dan menelan semua yang masuk. Padahal di dalam tubuh, makanan yang kita makan dicerna terlebih dahulu sebelum disalurkan untuk memproses energi. Tubuh kita saja mampu mencerna apa yang ada, bagaimana dengan kita sendiri? Mampukah kita mencerna apa yang masuk ke otak kita? Mampukah kita memilih-milih dengan bijak antara menjawab dengan kata "Iya" atau "Tidak"? Mampukah kita mengambil keputusan untuk setuju dengan yang pro ataupun kontra? Atau kita hanya bisa ikut-ikutan saja?

"Tapi kan memang seperti itu adanya? Orang lain juga pada begitu kok, biarin aja sih. Daripada beda sendiri, mending ikutin aja lah! Gitu aja kok repot?!"

Mungkin seperti itu yaaa yang ada dalam pikiran orang-orang yang tidak mau repot? Kalau kita seperti itu terus, kapan kita bisa lebih maju dari orang lain?

Baiklah, kembali ke topik :D
Ikan yang ada pada gambar itu adalah Golden Trout. Sangat tidak nyambung dengan topik simbiosis komensalisme, bukan? Itulah mengapa kita tidak boleh asal menjawab, hahaa. Oncorhynchus aguabonita ini adalah spesies ikan yang hidup di air tawar, sementara yang akan kita bahas adalah yang berasal dari famili Echeneidea dan hidup di laut terbuka.


Ya! Kali ini mungkin kamu betul! Hahaa

Kita akan membahas mengenai ikan remora yang hidup dengan 'menumpang'.

File:Manta-ray australia.jpg
Australian Manta-ray

File:Dugong Lamen Island Epi Vanuatu.jpeg
Dugong at Lamen Island, Epi, Vanuatu

File:Mother and baby sperm whale.jpg
Mother and baby sperm whale

Mungkin kamu bingung, katanya ikan remora punya simbiosis komensalisme dengan ikan hiu?
"Kok... ini... mana ikan hiunya?"
Ternyata yang kita ketahui selama ini, sejak SD sampai sekarang, bahwa partner simbiosis komensalisme ikan remora adalah ikan hiu, itu kurang tepat! Ikan remora bisa menumpang hidup di hewan lainnya, seperti pada gambar, yaitu pada ikan pari, pada dugong (duyung), bahkan pada paus sperma yang dengan besarnya hanya dapat diciptakan oleh Allah SWT.

"Eh eh eh... itu..."

Apa lagi sih?

"Yang gambar paus... mana ikan remoranya?"

Hahaa, jelas saja gak kelihatan. Paus kan BESAAAAR, masa' mau disamakan dengan hewan lain, apalagi remora yang tumbuhnya hingga sekitar 30-90 cm? Pada gambar sebenarnya ditunjukkan bahwa bersama dengan induk dan bayi paus sperma itu berenanglah multiple of remoras.

Disebut simbiosis komensalisme karena remora mendapatkan keuntungan yang luar biasa manfaatnya bagi kelangsungan hidupnya (ia mendapat tempat berlindung, teman berkelana, bahkan makanan dari mangsa inang), sedangkan inangnya tidak mendapat keuntungan ataupun kerugian apapun. Kehidupan remora yang menumpang tidak berpengaruh bagi inangnya.

"Remora bisa bersimbiosis dengan banyak hewan, tapi kenapa yang kita kenal cuma dengan ikan hiu aja?"

Karena, dari sekian banyak hewan yang bisa dijadikan inang bagi remora, ikan hiu lah yang paling bermanfaat, paling benefit, paling mengguntungkan remora. Remora akan sama-sama mendapat perlindungan dan teman berenang apabila bersimbiosis dengan hiu dan bukan hiu. Tapi dengan gaya makan hiu yang mencabik-cabik mangsanya, remora akan dengan mudah mendapat sisa makanan dari mangsanya itu. Remora juga mudah berenang mengikuti ikan hiu, karena hiu bergerak tidak terlalu cepat, kecuali saat menyerang. Dan tentunya, yang mana bagi kita pun begitu, hiu lebih 'bergengsi' dan lebih tampak 'berkuasa' sehingga ditakuti oleh banyak penghuni laut.

File:Nurse shark with remoras.jpg
Nurse shark with remoras

"Terus? Apa hubungannya sama kita? Ngapain sih mikirin remora remora segala?"

Tak pernah kah kita berpikir... hidup seperti apa yang kita jalani? Yang seharusnya kita terapkan? Yang selalu kita ingat?

Tak pernah kah kita melihat, menimbang, mengingat, memperhatikan, memutuskan dan menetapkan (?) *kok kayak surat keputusan hahaha* bahwa kita hidup dengan menumpang?


  • Yang belum punya rumah, sudah jelas bahwa kita menumpang di rumah orang tua kita (masing-masing tentunya. Masa' bareng-bareng hehehe).
  • Yang rumahnya jauh dengan sekolah, jelas juga bahwa perlu menumpang di kos-an milik orang, yang biasanya pemiliknya ibu-ibu (bisa emak-emak atau enci-enci).
  • Yang tidak punya hand phone, suatu saat akan perlu menumpang menelpon atau mengirim pesan ke orang tua atau orang lain, atau mungkin orang tuanya orang lain.
  • Yang tidak punya kendaraan akan membutuhkan tumpangan untuk sampai ke tempat yang jauh, sementara yang punya hajat biasanya dapet tumpengan.
  • Yang lupa rumus saat ujian, katanya sih 'terpaksa' numpang liat jawaban teman.


Dan masih banyak lagi praktik tumpang-menumpang di kehidupan kita. Ternyata gaya hidup menumpang ini, kalau kita sebagai manusia yang melakukannya, tidak selalu 'tidak merugikan' pihak lain, malah bisa jadi kita menerapkan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan kedua pihak atau parasitisme yang merugikan orang lain sementara kita mengambil (segala) keuntungan yang ada. Kehidupan orang lain, jika kita campur-tangani, tentunya akan berubah walau tidak drastis.

Contohnya saja, kita menumpang tinggal dan hidup di rumah dan bersama dengan orang tua kita. Lalu, orang tua mana yang tidak mengharapkan anaknya menghargai, berbakti, dan berbudi pekerti kepada orang tuanya? Angkot mana yang tidak meminta bayaran? Kos-an mana yang gratis, yang pemiliknya tidak datang menagih uang bulanan?

Ngomong-ngomong, remora juga bisa digunakan untuk memancing kura-kura lho. Bahkan remora juga bisa menumpang ke kura-kura.
Sea turtle and remora

Lihat tuh, numpang di seorang penyelam juga bisa!
File:Echeneis naucrates Indonesia.jpg
Echeneis naucrates, Indonesia

Tapi jangan salah, remora tidak selalu menumpang kok. Dia mampu juga hidup sendiri atau berkelompok dengan sejenisnya.

Namun ada satu simbiosis yang dapat kita terapkan, dan kita akan mendapat keuntungan yang sangat melimpah. Tiada dua. Tiada tara. Tiada banding. Tiada sama.
Kita minta makan, asal kita pun tidak tinggal diam, akan lah Diberikan kita makan.
Kita minta kaya, asal kita usaha, Dikayakanlah kita.
Kita minta rumah yang nyaman, asal kita berlaku baik (yang juga berguna bagi kita), Dibangun lah rumah.
Kita berbuat salah, asal kita mau bertaubat, Dimaafkanlah kita. Diizinkanlah kita tetap menumpang dengan-Nya. Dia adalah Allah SWT.
Kita boleh berbuat sesuka kita, membantu orang lain, mengusik kesenangan orang lain, berbagi dengan orang lain, mengambil hak orang lain, apapun yang kita lakukan, yang menurut kita demi kebutuhan atau  kesenangan kita, Allah tidak akan untung ataupun rugi.

Ia tidak bergantung kepada kita. Kita lah yang bergantung kepada-Nya.
Ia ada, dan atas Rahmat-Nya lah kita ada.
Ia kekal, dan atas Izin-Nya kita tetap bertahan.

Nyawa ini milik Allah, kita hanya Diizinkan menggunakannya sampai masa aktifnya habis.
Jasad ini milik Allah, kita hanya Dipinjamkan untuk kita kembalikan lagi suatu hari nanti.
Bumi ini milik Allah, kita Dibolehkan menempatinya dengan syarat kita tetap menjaganya, seperti dalam QS Al-Baqarah/2:30.

Ingatlah kawan, kita hidup dengan menumpang alam Allah SWT.
Agar mendapat tempat berlindung yang aman, teman berjalan yang setia, dan penyedia rezeki yang melimpah, tetaplah ikuti jalan Allah :D


Referensi gambar: wikipedia

No comments:

Post a Comment

Search!