Wednesday, August 14, 2013

Berdiri dalam Hati

Sebuah Cerpen #FF2in1


"Hadirin dimohon berdiri."

Protokol melanjutkan pekerjaannya. Sedih rasanya aku harus duduk di sini. Walaupun bangga, betapa tidak, pak Presiden sendiri yang mengundangku untuk hadir. Upacara berjalan dengan khidmat. Sangat khidmat. Semua tamu undangan sudah siap di kakinya masing-masing. Obade sudah menyiapkan nafas panjang untuk dinyanyikannya lagu kebangsaan. Pengibaran bendera siap dimulai. Komandan pun sudah siap mengomandokan pasukan untuk memberikan hormat. Hormat tertinggi kepada yang paling berhak.

Indonesia pusaka, betapa aku sangat merindukan saat aku mendapat kehormatan untuk mengibarkanmu.

YaAllah.... seandainya saja Engkau memberikan aku satu kali lagi kesempatan untuk berbuat. Untuk Nusa-ku, Bangsa-ku, dan untuk-Mu, YaAllah....

YaAllah, mengapa protokol ini rasanya seperti menghentikan waktu. Terasa sangat lama...
Sangat pedih...
Kursi rodaku pun rasanya mulai menangis.

No comments:

Post a Comment

Search!