Sebuah #CeritaDariKamar Hari ke-10
Seperti yang kubilang di #CeritaDariKamar hari ke-9, stopkontak di rumah kami hampir setiap saat penuh.
Yaa mungkin pengecualian untuk di hari-hari kerja, karena jarang ada orang di rumah. Setiap pagi, mulai jam 6, ayah dan kakakku sudah buru-buru berangkat kerja karena tempat tujuan mereka masing-masing agak jauh dan mereka naik transportasi umum. Lalu aku menyusul pergi dengan sepeda motor lama ayah (atau papa, biasa kami memanggilnya, hehe) untuk berangkat sekolah. Dan setelah merapikan rumah, mama akan segera berangkat kerja.
Aku rasa, kami telah berhasil. Kami berubah sedikit demi sedikit. Kami mulai mudah ingat di mana kami merapikan barang-barang, dan kami pun mulai hemat. Setiap mau pergi, kami selalu mengecek semua yang berkaitan dengan saluran air dan listrik. Sehingga stopkontak di rumah pun (hampir) selalu kosong saat kami bepergian.
Tapi tidak di malam hari, atau saat sudah ada yang sampai di rumah lebih dulu. Stopkontak? Tidak mungkin kosong. Karena ia punya penghuni wajib, yang salah satunya adalah kipas angin. Baik di ruang tamu maupun di kamarku. Tidak panas tidak dingin, pasti kipas angin yang akan tetap dinyalakan. Anehnya, aku yang tidak tahan dingin dan terkadang suka akan panas ini tetap menyalakan kipas angin itu. Menemani malamku, yang tidak jauh berbeda dari malam-malam sebelumnya. Apapun yang terjadi di siang harinya, saat malam tiba, kipas angin itu akan terus berputar.
Ngomong-ngomong, apa yang kau kerjakan siang tadi? Atau malam ini? Kalau itu hal yang baik, akankah terus kau lakukan? Seperti kipas anginku yang terus berputar pada waktunya?
No comments:
Post a Comment