Tuesday, August 13, 2013

Komik

Sebuah #CeritaDariKamar hari ke-13




"Jadi begitu... Ketiga saksi melihat sosok pelaku yang berbeda, ya? Menarik, kan?"
"Me, menarik apanya, Shinichi..."
"Kalau begitu, pergilah ke kafe itu dulu, dan tanya pak Mamehara pemiliknya..."
"Eh? Dari mana kau tahu nama pemilik kafe..."
"Aku kenal orangnya..."


"Oh, Pak Polisi, ada apa? Pelakunya sudah tertangkap?"

"Sekarang bawa dia keluar..."
"Eh?"
"Cepat!!!"

"He, hei! Aku mau dibawa ke mana? Kenapa tidak bicara di dalam saja? HEI, PAK POLISI!?"
---

Begitulah salah satu adegan dari komik di atas. Pasti familiar dong, dengan komik itu? Iya, komik Detektif Conan karya Aoyama Gosho! Tau ga, itu volume berapa? :p

Komik bukan masa sekarang sih, bagiku. Komik cuma (atau masih) masa lalu. Karena sudah lamaaaa sekali (rasanya) aku tidak menyentuh komik. Mungkin sejak masih duduk di bangku SMP kelas 8 semester akhir aku sudah berhenti dari membaca komik, agak sulit sih, ya layaknya orang berhenti merokok.

Ngomong-ngomong, ayahku kini sudah berhenti merokok! Sudah lama sih sebenarnya.
Ia bilang, "Orang kalo berhenti ngerokok bertahap ya. Sedikit-sedikit dulu gitu nguranginnya. Papa mah engga. Berhenti ya langsung berhenti aja."
Dan itu benar adanya! Dia benar-benar masih merokok di malam hari, dan di pagi berikutnya sudah tak ada lagi korek api di dekatnya. Semudah membalik telapak tangan!
Ini sih memang masalah tekad...
dan menjaga tekad itu tidak padam.

Back to the topic :p
Jadi, setelah bertahun-tahun kecanduan membaca komik, akhirnya aku benar-benar berhenti dari membaca komik. Aku sendiri tidak menyangkanya sampai sekarang,

Iya yah. Udah lama ga baca komik.

Karena dulu, mungkin bukan hanya kecanduan, tapi juga sudah overdose! Komik bagiku dulu layaknya gadget bagi anak-anak zaman sekarang!* Ke mana-mana aku akan membawa komik. Makan, minum (gak perlu ditulis juga kali ya hehe, kan sepaket), jalan-jalan ke mal, rumah kakek-nenek, rumah saudara, rumah teman orang tua, rumah saudara dari temannya orang tua, rumah orang tua dari temannya saudara, rumah saudara dari orang tuanya teman, rumah makan, rumah sakit, sekolah, bioskop (iya! bioskop!), dan ini semua beneran! Tidak ada dusta di antara kita, hehe
Bahkan, kebiasaanku saat makan adalah:
1) Hape disimpan tidak jauh dari tempatku makan
2) TV standby
3) Komik terbuka
4) Makanan pun disajikan di piring
Mungkin dari sini aku belajar multi-tasking, haha... (ngarang! Wong nilai sekolah turun gara-gara ini kok)**

Sampai-sampai, pamanku di kampung pernah bertanya,
"Kalau begini, yang dinikmatin makannya, atau bacanya?"

Oh well, hahaha. Dan kini, komik-komikku itu sudah disimpan rapat-rapat. (yaa tidak benar-benar rapat seperti dikunci atau diasingkan juga sih. Hanya disimpan saja lah)
Berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus komik itu disimpan semua. Walaupun tidak dengan rapi, tapi semuanya disimpan. Tidak ada satupun yang kubaca lagi. Kakakku yang dulu pecandu komik juga kini telah berhenti. Berbarengan denganku, sepertinya. Atau mungkin dia lebih dulu. Entah.

Tapi... ternyata masih ada yang tercecer, hehehe. Buktinya, komik pada gambar di atas ada di kamarku ini.

Jadi kepingin baca lagi...
atau mungkin suatu saat bisa bikin, hehe

Dan juga, sejak kelas 9 SMP semester 2 aku mulai memutar haluan, dari yang banyak gambar, kini ke yang lebih banyak tulisan. Novel! Aku mulai menyukai novel! Padahal tadinya tidak sama sekali. SAMA SEKALI. Bahkan mungkin aku akan langsung gugup berkeringat dingin setiap ada temanku membaca atau bahkan sekedar menenteng-nenteng benda imut bernama novel itu. Awalnya mungkin karena tetralogi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Aku pun mulai meminjam novel-novel temanku yang makanan sehari-harinya adalah novel dan novel saja. Mungkin, sejak itu pula aku mulai tertarik memasuki dunia sastra.

Kalau kamu?




*P.S. Kalau dipikir-pikir, iya juga ya? Masih adakah di zaman sekarang, anak kecil yang berlarian membawa buku, minimal komik atau buku cerita bergambar? Di sekitarmu?

**P.P.S. Bukan komiknya yang membawa kejelekan, sifat manusia yang menyalahgunakannya yang salah

No comments:

Post a Comment

Search!