Wednesday, July 3, 2013

Telaga

Sebuah Cerpen #FF2in1


"Ini bukan sekedar telaga, Boi."

Mulai lagi. Kata-kata magis yang entah mengapa selalu bisa saja mengubah pandanganku.


"Di telaga ini, kalau kau bisa menyelam dan menyentuh sampai dasarnya..."

“Akan jadi apa lagi aku, Cai?”

Mulai bosan rasanya aku. Mulai bosan karena kehidupan terlalu penuh dengan petualangan yang, tidak lain tidak bukan, hanya dari ulahnya ‘menyihir’ku mau mengikuti langkah kakinya.
“Kau mau tahu, Boi?”
Aku mengangguk. Dari segala macam reaksi, dari seribu pilihan jawaban yang ada, kenapa aku mengangguk? Bodoh, pikirku. Nyawa lah ini taruhannya.
“Ikut aku, Boi. Kali ini kita akan mengagumi ciptaan Tuhan yang tak akan kau ragukan lagi kekuatannya. Kali ini, akan kubuat kau bersujud di hadapan-Nya.”
Kali ini, aku tersenyum, bukan, aku menangis, bukan, aku… entah apa ini yang kurasakan. Kuikuti saja lah ke mana ia membawaku hari ini.


-----
Akulah si Telaga
 Sapardi Djoko Damono

Akulah si telaga:
berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana,
tinggalkan begitu saja perahumu
Biar aku yang menjaganya

Perahu Kertas
Kumpulan Sajak

1982

No comments:

Post a Comment

Search!