Aku menangis.
Aku terbaring meronta-ronta di lantai
Mengerang tak henti-henti
Persetan dengan keluargaku
Persetan dengan tetanggaku yang terusik dengan tangisanku
Biar saja aku berteriak terus sepanjang hari
Biar saja aku menyesakkan telinga mereka semua, telinga kalian semua
Biarkan aku meronta di lantai
Menyaringkan tangisan yang sudah tidak bisa lagi kutahan
Persetan dengan mereka yang terganggu akan eranganku
Aku tidak punya tangan, kanan maupun kiri
Aku kesal dengan mereka yang tidak mensyukuri kedua tangannya
Aku kesal.
Saturday, November 16, 2013
B(er)untung
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment